foto: topsy.one

chanelmuslim.com – Terkadang orang tua mematikan kreativitas dan daya pikir anak dengan larangan dan segala aturan. Ada anak yang ingin mengungkapkan pendapatnya atau memberikan suatu informasi yang dia yakini benar,  orang tua mematahkannya dan merendahkannya dengan kata-kata,  “ah kamu tahu apa sih! ” atau “kamu pasti bohong ya!”
Dahulu para sahabat Rasulullah selalu mendorong anak-anaknya untuk berpikir kritis dan berani mengemukakan pendapat. Seperti yang dialami Abdullah bin Umar ketika suatu waktu Rasulullah memberikan pertanyaan pada sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khathab,  namun keduanya tidak mengetahui jawabannya. Abdullah bin Umar yang saat itu pun berada disitu mengetahui jawabannya, namun karena ia merasa masih kecil,  ia memilih diam. Setelah itu Umar menasihatinya bahwa ia dan Rasulullah lebih menyukai jika Abdullah bin Umar berbicara pada saat itu.

Beberapa manfaat mendorong anak untuk dapat mengungkapkan pendapatnya dan memberitahu dimana letak kesalahannya tanpa merendahkan dan mengejek adalah;

  • Ia akan selalu dapat menyampaikan pendapat
  • Dengan menunjukkan kesalahannya dalam berpikir atau berargumentasi, ia akan dapat memperbaiki pendapatnya dan mengambil keputusan yang lebih baik.
  • Jika yang lebih tua mengambil keputusan,  ia dapat belajar dari mereka tentang cara memberi pertimbangan yang benar dan bagaimana cara mengambil keputusan yang tepat.
  • Ia akan terbiasa dihadapkan kepada cara memperbincangankan berbagai masalah untuk mencapai penyelesaian masalah-masalah tersebut. Dengan demikian ia tidak dibiarkan lumpuh tanpa mampu memecahkan persoalan.
  • Dengan cara tersebut, kita telah melengkapi anak tersebut untuk menghadapi kenyataan hidup yang sulit.
  • Kesempatan ketika anak mengungkapkan pendapat akan memberinya kebebasan berpikir,  dam membiasakannya menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut dan kelak ia tidak akan bingung terhadap masalah yang dihadapinya sendiri.
Berita Terbaru  Cina Muslim

Ayah bunda amatlah penting membolehkan anak untuk mengikuti pembicaraan dan mempersilahkannya menyampaikan pikiran meskipun kadang pikiran atau pendapatnya sedikit aneh,  tidak masuk akal atau bahkan tidak nyambung. Inilah saat dimana ayah bunda  dapat menunjukkan pada anak, mengenai bagaimana mengungkapkan pedapat,  bagaimana sebaiknya dan apa yang salah dari pendapatnya. (w/Mencetak Generasi Rabbani,  Pustaka Darul Ilmi) 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY