chanelmuslim.com – Sekarang ini orang tua dikhawatirkan dengan berbagai hal yang demikian tersebar luas seperti narkoba, pergaulan bebas serta LGBT. Mengenai kasus-kasus LGBT saat ini sungguh menjadi konteoversi karena beberapa negara telah menerima dan mensahkan keberadaan golongan tersebut bahkan memberikan legal untuk pernikahannya.

Bagi keluarga muslim hal ini tentu meresahkan karena Alquran telah memberi peringatan akan hal tersebut secara jelas dan tegas. Namun,  bagaimanakah pendidikan yang sebaiknya diberikan agar anak-anak tidak terbawa arus atau terjerumus pada pergaulan atau kecenderungan menyukai sesama jenis.

Dalam suatu hadits disebutkan,  “Nabi Shalallahu Alaihi wa Salam telah melaknat kaum laki-laki yang berpenampilan seperti wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki.” (HR. Bukhari)

Hadits diatas adalah gerbang awal dalam mendidik anak-anak untuk memahami kodratnya baik sebagai laki-laki ataupun perempuan. Memberikan pakaian anak laki-laki sebagaimana laki-laki, begitupun juga dengan perempuan. Hal ini berkaitan dengan batasan aurat yang dapat disampaikan pada anak sejak dini. Aurat laki-laki dan perempuan berbeda, dan kita harus menjaga aurat kita dari orang-orang yang bukan mahram kita atau orang lain selain keluarga kita. Tanamkan rasa malu ketika aurat kita dilihat orang lain selain keluarga kita.

Terkadang ada beberapa kebiasaan dari kita sebagai orang tua yang terekam oleh anak dan sedikit menjadi hambatan bagi pertumbuhan jika kelelakian maupun keperempuanan. Anak laki-laki yang sering diajak oleh bundanya mengikuti segala aktivitas kewanitaan seperti arisan,  berbelanja,  hingga ke salon cenderung akan lebih sensitif layaknya jiwa perempuan. Hal ini menjadi masalah tatkala ia beranjak menjadi pemuda,  ia cenderung lebih mudah sakit hati dan memendam perasaan hingga ngambek dan bukan menghadapi masalah serta mencari solusi. Begitupun dengan anak-anak yang dipakaikan pakaian seperti laki-laki dengan alasan bergaya tomboy, dan bahkan ada ibu yang bangga berkata bahwa anaknya tomboy,  menyukai permainan laki-laki dan bahkan terkadang berani berhadapan dengan laki-laki saat bertengkar.

Berita Terbaru  Menata Malam Pengantin Baru

Hal-hal tersebut kadang menjadi hal yang lumrah dalam masyarakat kita. Namun, hal demikian jika tidak segera diluruskan atau diimbangi dengan pemahaman yang benar akan berlanjut dan membentuk karakter pada anak. Laki-laki dan perempuan memiliki kodrat dan karakter yang berbeda,  sehingga menjadi pasangan yang Allah ciptakan untuk bersama. Orang tua sebaiknya dapat menerima dan mendidik anak sesuai dengan kodratnya. Mendidik anak laki-laki yang pemberani dan tangguh sehingga menjadi pelindung dan pemimpin. Mendidik anak perempuan yang lembut dan penyayang sehingga menjadi pendamping yang menentramkan.

Umar bin Khathab berkata bahwa seorang laki-laki itu jalannya cepat,  suaranya lantang dan jika memukul menjatuhkan.

Untuk anak laki-laki ayah adalah figur sentral. Hadirkan ayah sebagaimana perannya dan buatlah sosok ayah menjadi teladan bagi anak laki-laki. Dan untuk anak perempuan, ibu adalah sosok sentralnya. (w)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY