ChanelMuslim.com – Sebagian besar sekolah hari ini telah memulai tahun ajaran barunya. Sekolah dipadati oleh wajah-wajah baru dan lama,  orang tua pun turut hadir membersamai anak-anak di hari pertamanya sekolah. Ada kalimat klasik yang banyak diucapkan para orang tua untuk menyemangati anaknya sekolah,  “belajar di sekolah agar pintar ya nak.”
Sekolah seolah menjadi titik awal bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang sesungguhnya. Segudang harapan disematkan pada lembaga bernama sekolah beserta segala sarana prasarananya termasuk tenaga pendidiknya. Sekolah favorit dan unggulan selalu melebihi kuota hingga membawa kekecewaan bagi yang tidak dapat masuk.

Lalu apakah dengan bersekolah beban orang tua sebagai pendidik berkurang? Bahwa anak-anak yang sukses adalah mereka yang telah lulus dari sekolah-sekolah bagus? 

Tak dapat dipungkiri,  inilah persepsi yang saat ini masih menempel di sebagian besar masyarakat Indonesia. Tatkala melihat prestasi anak-anak,  mereka melihat, “oh pantas si A sekolah disini,  lulusan sekolah B.” 

Namun, sesungguhnya peran orang tua/keluarga justru sangat besar bagi proses pendidikan anak-anak. Dalam lingkungan keluarga dan didikan orang tualah anak-anak dapat dikuatkan dengan apa yang mereka pelajari di sekolah. Pendidikan yang selaras antara kurikulum dan segala tata tertib di sekolah dan di rumah akan membuat anak memiliki atmosfir yang sejalan dan dalam track yang sesuai. Lain halnya ketika apa yang telah diajarkan di sekolah,  dijaga disekolah dalam bentuk tata tertib dan segala budaya sekolah,  namun di rumah sang anak tak mendapati hal yang sama atau bahkan bertolak belakang. Tentu hal ini akan menjadi suatu kerancuan dan kebingungan.

Berita Terbaru  Anakku, Kaulah Harta Kami yang Paling Berharga (2)

Sekolah memiliki rancangan kurikulum dan segala budaya serta tata tertib yang telah disusun sedemikian rupa yang dapat mengantarkan anak dalam mencapai prestasi-prestasinya. Namun,  tetap peran orang tua dalam mendidik masih yang terbesar. Karena tanggung jawab pendidikan anak di akhirat kelak ada pada orang tuanya. Begitupun keberhasilan sang anak kelak akan tersemat pada orang tuanya,  bukan pada guru-gurunya.

Perintah menjaga keluarga dari api neraka  adalah kewajiban sang ayah. Orang tuanya yang akan dimintai pertanggung jawaban apakah telah mendidik anaknya dengan baik dan tidak menyekutukan Allah Ta’ala, atau orang tuanya yang telah menjadikannya seperti majusi/nasrani?  Ketika anak menjadi anak shalih atau ahlul Quran maka orang tua/keluarganya yang mendapatkan keberkahannya.

Maka sekolah hanyalah sarana dan media bagi orang tua dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik. Guru adalah mitra dalam mendidik bukan karyawan atau orang suruhan. Jangan serahkan semua beban pendidikan pada sekolah, sehingga lepaslah amal shalih dalam berpayah-payah mendidik anak. (w) 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY