ChanelMuslim.com- Bulan Mei tahun ini menjadi peristiwa yang begitu menyesakkan untuk seorang remaja sebut saja Jojo. Remaja lulusan SMP usia 15 tahun ini tidak menyadari kalau gerak-geriknya sedang dipantau petugas kepolisian.

Jojo dikuntit polisi bukan lantaran mencuri, tapi diduga membawa narkoba jenis Sabu. Saat berhenti di pom bensin wilayah Rembang Jawa Tengah, Jojo tak berkutik ketika sejumlah petugas polisi melakukan penyergapan.

Di tangannya disita narkoba jenis Sabu dan uang tunai sebesar 149 ribu rupiah. Dari penyelidikan, polisi mendapatkan informasi kalau Jojo salah satu kurir narkoba. Ia kemungkinan sengaja dipekerjakan oleh sindikat narkoba untuk menyasar pasar remaja.

Data yang Memprihatinkan

Kalau melihat data dari sejumlah pejabat yang terkait dengan bidang pelajar dan pendidikan serta kepolisian, data pasar narkoba ternyata begitu memilukan.

Bayangkan, pada tahun 2004 saja, pihak Kementerian Pendidikan Nasional dan pihak kepolisian mencatat kasus pengguna narkoba di Indonesia mencapai kisaran 4 juta orang. Atau, di atas 70 persen dari pengguna narkoba se Indonesia.

Dari data tersebut, kisaran usia mereka antara 14 hingga 20 tahun. Bahkan data dari Badan Narkotika Nasional atau BNN tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat memprihatinkan.

Saat ini, sudah ditemukan kasus pencandu narkoba dari kalangan anak usia SD. Usia mereka mulai dari 7 tahun. Di usia itu, mereka menggunakan jenis narkoba inhalan atau narkoba dengan cara menghirup.

Data BNN berkerja sama dengan Universitas Indonesia mendapati bahwa anak usia 8 tahun sudah menggunakan ganja. Dan yang berusia 10 tahun menggunakan jenis narkoba yang beragam: inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan lainnya.

Berita Terbaru  Indonesia Pengguna Facebook via Mobile Phone Tertinggi di Dunia

Data pada tahun 2007 menunjukkan bahwa total anak usia SD yang sudah menggunakan narkoba berjumlah 12.305 orang. Biasanya, pengguna narkoba usia anak-anak akan sangat rawan menjadi korban penyebaran virus Aids, sebuah penyakit turunan dari racun narkoba.

BNN mengurai awal mula bagaimana anak usia SD bisa menjadi pengguna narkoba. Mereka umumnya suka narkoba karena di luar kesengajaan mereka. Yaitu, melalui campuran makanan atau minuman yang tidak secara sengaja mereka konsumsi.

Jenis makanan dan minuman tersebut antara lain, permen yang kini kian marak menyasar anak-anak SD, bakso yang dicampur jenis narkoba, dan minuman ringan lain. Untuk pasar anak-anak SD ini, biasanya yang menjadi kurir atau pengedar adalah remaja usia SMP yang dipekerjakan sindikat narkoba, seperti yang dilakukan Jojo di Jawa Tengah.

Pada usia SMP dan SMA, biasanya pengguna narkoba menggunakan jenis yang lebih beragam dan dengan biaya yang lebih mahal. Antara lain, Sabu, dan berbagai jenis narkoba lain.

Pihak Diknas menganalisis bahwa anak usia SMP dan SMA terjebak dalam narkoba lebih karena ingin coba-coba, pengaruh teman atau lingkungan, dan kondisi psikologis seperti stres, dan lainnya.

Mereka tidak memiliki saluran komunikasi yang baik dalam menyikapi hal baik buruk di lingkungan mereka. Dalam kekosongan itu, pengaruh narkoba menjadi daya tarik yang luar biasa untuk mereka. Naudzubillah. (mh/foto ilustrasi: fkm miracle)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY