ChanelMuslim.com- Siapa bilang narkoba hanya menyasar kalangan remaja ke atas. Anak-anak kecil pun kini tak luput dari target mereka. Dengan kemasan dalam bentuk permen, anak-anak pra sekolah pun bisa menjadi pengguna narkoba. Na’udzubillah…

Seperti temuan BNN Kabupaten Bogor, dua tahun lalu. Ditemukan berbagai jenis narkoba dalam wujud permen yang menarik minat anak-anak. Ada yang berbentuk lolipop, permen karet, permen rasa strawberi, dan lain-lain. Harganya pun sesuai dengan kantong anak-anak: antara 1000 hingga 3000 rupiah.

Seperti dilansir Radar Bogor, BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setia Budi mengatakan, para pengedar mulai menyamarkan jenis narkoba kedalam campuran bahan pembuat permen, untuk target pasar anak-anak pelajar.

“Jenis ini diduga sudah beredar di Bogor, kami masih melakukan penelusuran,” jelasnya.

Temuan-temuan tersebut antara lain.

1. Permen berbentuk permen gagang dengan kemasan berlabel Cannabis, permen ini diduga mengandung ganja.

2. Permen jenis lolipop warna-warni yang mengandung bahan pembuat sabu-sabu.

3. Permen dengan kemasan dan rasa strawberry meth atau strawberry quick, merupakan narkoba kristal berbentuk bulat mirip permen pop rock rasa strawberry.

4. Permen yang berbentuk permen karet, yang merupakan hasil olahan ekstasi dan dikemas dengan bungkus kartun lucu dengan merek permen karet yang biasa dijumpai.

5. Ada juga Lysergic Acid Diethylamide (LSD), berbentuk sebesar perangko, bergambar kartun lucu dan colorfull. Permen narkoba ini mengandung zat lisergida.

6. Permen magic pop, mirip pop rock dan mengandung amphetamine.

Berita Terbaru  Ramadan Bulan Ibadah Bukan Pesta

Masalahnya, pihak BNN masih belum tahu peta penyebarannya. Selain itu, para pembuat narkoba jenis permen ini kerap memalsukan model dan kemasan permen dengan merek dan model yang laku di pasaran sehingga sulit dideteksi petugas.

Untuk itu, orang tua harus lebih waspada dengan jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Untuk orang kebanyakan, sangat sulit mencirikan permen yang biasa dan aman dengan permen berbahan baku narkoba.

“Ciri-ciri bisa dikenali dari perubahan perilaku anak,” masih menurut pejabat BNN Kabupaten Bogor ini.

Perubahan yang dimaksud, misalnya, anak yang tadinya periang tiba-tiba menjadi pendiam, meningkatnya kebutuhan uang jajan sehari-hari. “Yang paling berbahaya kalau perilakunya sudah mengarah pada pencurian,” katanya.

Kalau sudah kecanduan, pecandu narkoba termasuk anak-anak akan melakukan segala cara untuk mendapatkan narkoba. Walaupun harus dengan cara mencuri.

Dalam hal kasus narkoba, pengobatannya tergolong tidak mudah. Terlebih kalau sudah terkonsumsi lama. Yang bisa dilakukan hanya pencegahan. Karena itu pengawasan terhadap jajan anak-anak, terutama permen yang begitu banyak dijajakan para pedagang sekitar sekolah, menjadi prioritas orang tua dan sekolah.

Sebaiknya, anak-anak membawa bekal permen dari rumah yang sudah disiapkan orang tua. Dan jelaskan ke anak-anak, jangan pernah membeli permen atau menerima secara gratis dari orang yang tak dikenal, karena bisa mengandung zat racun yang berbahaya untuk masa depan mereka. (Mh/foto: radar bogor)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY