foto: https://goo.gl/images/mFavmg

chanelmuslim.com – Ramadan kan memasuki sepuluh hari terakhirnya. Tengah sibuk apakah keluarga kita? Mengejar target khataman Quran,  mempersiapkan diri untuk beritikaf,  memperbanyak ibadah-ibadah sunnah,  berbagi makanan berbuka atau sahur bagi yang beritikaf?  Atau kita dan keluarga justru tengah sibuk dengan persiapan lebaran,  mudik, kue-kue hantaran dan berburu diskon baju lebaran? 
Mari lihat sekeliling, suasana menjelang sepuluh hari terakhir. Terasa sangat kental  penyambutan lebaran daripada suasana bahwa Ramadan dan keberkahannya akan segera berakhir. Orang-orang mulai disibukkan dengan urusan mudik atau persiapan kue-kue lebaran. Belum lagi jika kita lewat ke pusat-pusat perbelanjaan, beragam diskon hingga midnight sale dengan diskon yang lebih besar lagi terpapar melalui spanduk,  baligho maupun umbul-umbul disepanjang jalan.

Inilah tradisi yang selalu hadir di Indonesia. Hari-hari terakhir akan banyak kesibukan untuk menyambut lebaran. Para ibu akan sibuk dengan urusan kue dan hantaran pada para kerabat. Belum lagi urusan untuk pakaian anak-anak di hari Ied yang baru. Para ayah sibuk menyelesaikan pekerjaan agar dapat segera mengambil cuti dan dapat segera mudik. 

Mudik sepertinya menjadi hal terpenting ketika lebaran menjelang. Berkumpul bersama keluarga besar seolah-seolah adalah suatu hal yang wajib. Setiap tahun selalu ada cerita dari para pemudik yang penuh sesak di moda-moda transportasi publik,  kemacetan berjam-jam di jalanan dari kendaran-kendaran pemudik saat tengah berpuasa.

Berita Terbaru  Valentine's Day, Ketika Cinta Kehilangan Makna

Kesibukan menjelang lebaran yang melarutkan, membuat kita lalai bahwa sesungguhnya bulan penuh keberkahan ini akan segera pergi meninggalkan kita.  Bulan yang penuh rahmat dan ampunan yang tengah menapaki malam-malam terakhirnya bagi penduduk bumi, berharap menjumpai setiap muslim di mesjid-mesjid atau rumah tengah beribadah pada Allah. Namun,  yang sering terlihat adalah shaf-shaf kosong saat terawih,  mesjid-mesjid yang hanya diisi satu lima orang yang beritikaf, rumah-rumah yang disibukkan dengan membuat kue-kue aneka rasa. Dan justru begitu padatnya pusat-pusat perbelanjaan,  restoran-restoran saat berbuka,  pasar dan jalanan tempat ngebuburit.

Ayo lawan tradisi dan segala hiruk pikuk yang menyita waktu. Mari kita manfaatkan malam-malam terakhir Ramadan kita dan mengisinya dengan berbagai rangkaian ibadah mulai dari tadarus,  shalat malan,  sedekah dan lainnya. Jangan sampai Ramadan yang tengah kita jalani kemudian berlalu tanpa kita isi malam-malam terakhirnya dengan ibadah dan munajat pada Allah Ta’ala.

Tidak ada yang melarang untuk menyambut persiapan lebaran atau berkumpul bersama keluarga besar di kampung saat lebaran tiba. Namun,  alangkah baiknya kita pun dapat mempersiapkan hari-hari terakhir Ramadan kali ini dengan sebaik-baiknya dan bersungguh-sungguh menggapai lailatul qadar. (w) 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY