Arif Datoem dalam Pameran Tunggal Fotografi di Gedung Galeri Nasional Indonesia, Senin (21/8/2017)

Chanelmuslim – Siapa yang tak kenal Arif Datoem, seorang fotografer profesional yang mempunyai konsep sendiri dalam fotografi yaitu ‘Lumina Sense’. Fotografi menurut Doktor Kreatif Seni Fotografi Institute Seni Yogyakarta ini adalah, ‘Seeing of knowing‘.

“Saya kira apa yang seperti yang saya katakan tadi Seeing of knowing, lewat rasa, lewat emosi, lewat nalar,” ujar lulusan Universitas Indiana, di pameran tunggal fotografi Arif Datoem, Galeri Nasional Indonesia, Senin (21/8//2017).

Dalam konsep fotografinya Arif Datoem mengenalkan konsep berbeda dengan fotografer profesional lain, setiap fotonya dirangkai agar bisa berbicara.

“Barangkali boleh dibedakan banyak kawan kawan yang hanya satu foto saja. Banyak yang tertarik ke situ. Saya berbeda dengan mereka. Saya ingin bebas berkesenian dalam berfotografi,” ungkapnya.

Rata rata orang bingung melihat karyanya, katanya, apakah fotografi seni atau seni fotografi. Arif mengungkapkan jika masyarakat mau berpikir lagi bahwa sebenarnya fotografi itu adalah disiplin untuk melihat.

“Fotografi ini sebuah disiplin untuk melihat, sedangkan melihat itu untuk memahami,” tutur pria yang pernah menjadi panelis di Art Talk, Malaysia.

Arif Datoem sedang menjelaskan bagaimana ia mengabadikan momen di dalam bingkai foto tersebut, di Pameran Tunggal Fotografi, Gedung Galeri Nasional Indonesia, Senin (21/8/2017)

Pria lulusan seni grafik di ITB ini, mengaku bahwa ia termasuk salah satu fotografer yang melewati dua genarasi, yaitu analog dan digital.

“Saya beruntung bekerja dan mergalami keduanya. Barangkali mereka yang lahir antara tahun ’70an hingga ’80an langsung berpindah ke digital,”ungkapnya.

Berita Terbaru  Inilah Negara dengan Hari Cuti Terbanyak di Dunia

Menurutnya ada banyak pengalaman saat masih fotografi analog jadi saat berpindah ke fotografi digital tidak terlalu kaget.

“Saya beruntung punya pondasi di fotografi analog. Dari bekal itu saya bisa masuk fotografi digital dengan mudah,” ujarnya.

Ia melanjutkan dalam pameran tunggal dari 21 hingga 31 Agustus di Galeri Nasional Indonesia ini, ingin menawarkan bagaimana fotografi menjadi peran di kehidupan sehari hari dan lebih luas lagi.

Menurutnya, fotografi hanyalah sebuah alat. Oleh karena itu ia mempertanyakan mengapa harus berdebat mengenai seni fotografi. Ia menyarankan untuk menampilkan karya karya yang bisa diterima masyarakat.

“Mengapa kita berdebat mengenai senI fotografi, lebuh baik kita menampilkan karya karya. Mudah mudahan masyarakat menyukai. Itu semua, tujuan pameran karya karya saya,” tutupnya.

Dalam pameran tunggal fotografi Arif Datoem juga menghadirkan kurator fotografi Sudjud Dartanto. Menurut Sudjud semua yang berada di pameran ini adalah karya terbaik Arif Datoem. Oleh karena itu ia meminta masyarakat untuk menilai dan menikmati fotografi seni Arif Datoem.

“Semua yang di sini adalah karya terbaik Pak Arif. Sebagai kurator, saya menyarankan untuk masyarakat menilai dan menikmati fotografi seninya. Pak Arid dapat dikatakan sebagai salah satu fotografer seni senior sebetulnya di Indonesia dan Asia Tenggara,” terang Sudjud. (Ilham)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY