oleh: Fifi P. Jubilea

Foto doc. Fifi P. Jubilea

​chanelmuslim.com – Banyak yang aneh di dunia ini semua mengakui keanehan itu. 

Ok, lupakan hiruk pikuk Pilkada. 

Seperti yg pernah aku sampaikan, siapapun gubernurnya aku dah pengalaman setiap hari aku cari makan sendiri, bayar hutang sendiri, sedih sendiri, terseok-seok sendiri, cuma Allah aja yang nolong aku. Mana mungkin Gubernur pilihanku mengulurkan tangan bantu aku yang udah lelah payah milih dia. Ketika aku mesti bayar pajak yang mencekik, dikala pendapatan habis aja untuk biaya opearsional. Datang ke kantornya? Paling diusir dikira aku jualan jilbab, karena takut jualan jilbab online. Tapi tetap aku akan nyoblos dan tetap pilihanku no 3, tanpa kampanye membabi buta dan mencela sana sini, ngapain aku mengorbankan diriku dan nambah dosaku hanya untuk menangin pilihanku. Mungkin aku gak pinter tapi aku gak sebodoh itu, untuk mnghina-hina paslon lain dan ikutan nyebarin fitnah keji. Ngapain amat. Apalagi kalau harus membalas bikin video kampanye jahat yang makin bikin bangsa kita terpecah belah. 

Lucu aja baru dari Bank dan dapat nasihat dari orang Bank ” lain kali jangan nyumbang yaa mbak, karena dana yang masuk ke rekening Timur Tengah disinyalir untuk bantu kegiatan terorist.” Gak habis pikir, mau nyumbang aja susah banget, padahal yang aku mau bantu cuma anak yatim Syria yang gak punya bapak gak punya ibu, gak punya saudara, bahkan gak punya negara, yang lagi kesakitan dan menderita. Apakah dunia terlalu kejam buat anak anak polos?

Berita Terbaru  China di Mataku

Sempat senyum-senyum pahit campur linangan airmata ketika buka medsos, dimana-mana ibu-ibu pada nyindir untuk takut jualan online nanti suaminya buta kena siram air keras. Apakah dunia terlalu kejam untuk orang jujur? Doa khusus untuk Novel Baswedan.

Sempat mau nyela, tapi ingat lagi puasa. Ketika baca iklan “Dibutuhkan tukang ketik cepat,” agar kasus yang berlarut-larut kayak Jessica sinetron tahap dua bisa jalan sesuai dengan tracknya.

Yaa, dunia politik, kekuasaan bikin orang jadi kejam. Baik para pelaku, pendukung maupun simpatisan.

Aku lagi mau mengucapkan, “turut berduka atas hilangnya hati nurani.”

Jangan nasehatin aku untuk gak nyumbang yaa… nasihat paling menyebalkan di tahun 2017 ini.

Jangan coba mematikan hati nuraniku. 
*Foto lukisan anak-anak korban perang yang kehilangan segalanya karena ambisi dan politik beberapa orang dewasa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY