oleh: Fifi P. Jubilea

image
Foto doc. Fifi P. Jubilea

chanelmuslim.com – Masalahnya adalah sopan santun yang kurang. Ada nilai luhur yang mulai hilang.

Aku ingat, ketika lagi nunggu di sebuah apotek ada anak muda lewat-lewat aja nyerobot nyerobot bahkan sampai hampir membuat seorang nenek terpelanting, gak sabaran. Padahal zaman dulu, kalu lewat depan orang tua kita harus membungkuk sedikit dan bilang, “pemisi.”

Aku ingat, zaman aku kuliah dulu umplek–umplekan naik bus jurusan Roxy Grogol P26. Kalu udah sore lega banget ketika liat tempat duduk kosong, tapi gak lama, karena ada ibu-ibu seusia ibu temanku yang nampak kelelahan memerlukan tempat duduk. Aku langsung bangun memberikan tempat duduk itu. Tapi sekarang? Bahkan sempat ada status yang menjadi viral mengenai kekesalan wanita hamil tua yang berdiri berjam-jam di kereta sementara anak-anak muda pada duduk santai dengan hapenya. Gak ada yang peduli, gak ada yang nawarin tempat duduk.

Aku ingat,  zaman dulu kalau lewat depan ruang kepala sekolah kayaknya takut banget. Tapi sekarang anak-anak becanda-becanda, teriak-teriak dengan suara riuh pas di depan ruang meeting kepala sekolah dan yayasan. Ketika dihentak baru pada diam.

Beberapa waktu lalu ada teman tulis status di facebook perih melihat ada ibu yang anaknya usia SD nendang motor ibunya sebelum masuk halaman sekolah sambil maki-maki dan bentak ibunya. Astaghfirullah, padahal sudah jelas dalam Alqur’an di katakan harus merendahkan suara, apalagi sama orangtua.

Berita Terbaru  Haruskah Bercerai

Kalau orang bilang ini bagian dari revolusi mental, bener juga kali. Tapi udahlah, apapun namanya semodern apapun anak-anak kita, secanggih apapun zaman, anak-anak musti diajarkan sopan santun.

Aku dah gak mau terima, ada anak yang cium tangan lalu taruh di dahi atau tangan kita ditempelin ke pipi. Siapa sih yang ngajarin?

Juga gak mau terima liat ada anak yang bentak-bentak orang tua atau bersuara keras sama gurunya.

Etika, manner, adab, akhlak, sunnah Nabi  harus diajarkan sejak anak-anak masih kecil. Gimana dengan yang sudah besar? Tetep  belajar!

Anda setuju?

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْۤا  اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ  بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْـتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.” (QS. Al-Hujurat: Ayat 2).

(w)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY