oleh: Fifi P. Jubilea

Foto: doc. Fifi P. Jubilea

chanelmuslim.com – “Ayuk, Ben tidurr…”

Ben jawab, “gak mauu!” Sambil tetap main mobil-mobilan malah sekarang pindah di atas tempat tidur.

Tak kurang akal aku tarik selimut cepat-cepat dan bilang, “masuk sini Ben dalam selimut, ayuk cepat ada buaya…” Bersikap seolah-olah kita ada dalam kapal dan ada buaya yang siap menangkap di bawah tempat tidur.

Sejenak Ben diam, kukira dia mulai ngantuk di bawah selimut. Kemudian Ben bilang, “di sini kan gak ada buaya mii?” dengan wajah heran bangun dan ngeloyor pergi keluar kamar. 

Hggh akhirnya emaknya yang kemudian boci (bobo ciang) cendilian mimpi buaya…

Memang ternyata ngajak anak bobo pun harus jujur. Di kamar, mana ada buaya.

Jadi teringat, Rasulullah pun telah memperingatkan agar kita tidak berbohong pada anak-anak.

Al-Imam Abu Dawud rahimahullahu telah meriwayatkan hadits dari shahabat Abdullah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Pada suatu hari ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di tengah-tengah kami, (tiba-tiba) ibuku memanggilku dengan mengatakan: ‘Hai kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada ibuku: ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya?’ Ibuku menjawab: ‘Kurma.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Berita Terbaru  Cinta Yang Menyakitkan

“Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan.” (HR. Abu Dawud bab At-Tasydid fil Kadzib no. 498, lihat Ash-Shahihah no. 748)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.” (Shahih Al-Adabul Mufrad no. 300)

Jadi emak itu harus pinter dan punya banyak cara mengajak anak balitanya istirahat siang maupun malam. Mengajak dengan cara yang bikin anak tertarik tapi tidak bohong ataupun menakuti. (w) 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY