foto: google/gaulfresh

chanelmuslim.com – Berpuasa selain menahan diri dari makan dan minum di siang hari, kita juga harus menjaga diri dari perbuatan yang menghilangkan pahala puasa. Salah satu hal yang harus dihindari adalah menjaga lisan dan juga seluruh bagian tubuh dari segala pelanggaran,  caci maki dan lainnya.

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رِوَايَةً قَالَ إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

Apabila salah seorang dari kalian berpuasa di suatu hari, maka janganlah ia berkata-kata kotor & berbuat kesia-siaan. Bila ia caci seseorang atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, Sesungguhnya saya sedang berpusa. [HR. Muslim No.1941].
Kata الرَّفَثُ (ar-rafats) mengandung makna kata-kata kotor. الصّيخْب (ash-shakhb) artinya bertikai dan berteriak. Ini dilarang kapan saja,  terlebih bagi orang yang berpuasa.

Sabda Rasulullah,  “Dan jangan berteriak-teriak. Apabila seseorang mencelanya atau (mengajak)  berkelahi,  maka katakan,  ‘sungguh,  aku sedang berpuasa, ‘” riwayat Ibnu Khuzaimah menyebutkan; “Apabila seseorang mencacimu,  katakanlah,  ‘sungguh, aku sedang berpuasa.’ dan jika kau sedang  berdiri,  duduklah’.”

Berita Terbaru  Tepuk Tangan Quraisy Saat Rasulullah Bercerita Isra Miraj (1)

Ar-Rauyani berkata, “Jika hal tersebut terjadi pada bulan Ramadan katakan dengan lisan,  dan jika berada di luar Ramadan, katakan dalam hati.”

Dari Abu Hurairah,  ia berkata,  “Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,  ‘siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkan (kata-kata dusta), maka Allah tidak membutuhkan dia dalam meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Al-Bukhari) 

Disebutkan dalam riwayat lain; “Siapa tidak meninggalkan perkataan dusta,  mengamalkan (kata-kata dusta) dan bertindak bodoh.”

Hadits ini adalah peringatan dari perkataan dusta dan hal-hal lain yang disebut dalam hadits ini. Allah tidak menerima puasa orang yang melakukan hal-hal tersebut.

Inilah ujian bagi orang yang berpuasa,  tatkala menahan haus dan lapar kita pun harus menjaga lisan dan perbuatan kita. Meski ada orang yang menyinggung kita,  maka kita tetap harus menahan diri kita. (w) 
Sumber: Riyadhus Shalihin & Penjelasannya,  Syarah: Syaikh Faisal Alu Mubarak,  Takhrij: Syaikh Nashiruddin Al-Albani,  Ummul Qura.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY